Setiap kebijakan, diaudit terhadap visi pembangunan nasional.
Platform terbuka untuk mengukur seberapa besar Undang-Undang, Perpres, dan Permen mendukung atau menjauh dari target RPJMN 2025–2029 dan Indonesia Emas 2045. Buka untuk publik, akademisi, dan pembuat kebijakan.
Satu platform untuk seluruh siklus audit kebijakan
Dari unggah dokumen baru hingga diskusi publik—semua dalam satu ruang yang terbuka, akuntabel, dan dapat dilacak.
Audit Kebijakan
Unggah PDF UU, Perpres, atau Permen. Sistem menganalisis kesesuaian dengan RPJMN dalam ~8 detik.
Bank Data Kebijakan
Telusuri 3,200 kebijakan yang sudah diaudit. Filter berdasarkan skor, sektor, atau Asta Cita.
Referensi Amandemen
Setiap audit menghasilkan saran amandemen yang dapat ditinjau ahli sebelum digunakan.
Diskusi Publik
Setiap warga negara, akademisi, dan pakar dapat memberikan komentar pada setiap kebijakan.
Audit Terbaru dari publik
Unggah Kebijakan
Unggah dokumen kebijakan dalam format PDF, DOCX, atau tempel teks langsung. Sistem akan menganalisis dalam ~8 detik.
Rata-rata · 8.2 detik per dokumen
Letakkan dokumen di sini
Tarik berkas ke area ini, atau klik untuk memilih dari komputer Anda. Sistem akan memeriksa format secara otomatis.
3,200 Kebijakan, Terbuka untuk Publik
Telusuri seluruh kebijakan yang sudah diaudit. Klik kebijakan untuk membaca skor lengkap, bukti, dan diskusi publik.
Subsidi Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan
Permen ESDM No. 14/2025 memberikan subsidi untuk pembangkit listrik tenaga terbarukan dengan kapasitas terpasang ≥ 5 MW, sebagai upaya mendukung target bauran energi terbarukan 23 % pada 2029. Audit ini menilai kesesuaian peraturan dengan RPJMN 2025–2029 dan trayektori Indonesia Emas 2045.
Lima Tahap Audit Otomatis
Setiap audit melewati pipeline yang sama, dapat ditelusuri, dan dapat direproduksi. Kode terbuka, metodologi transparan.
Mengapa hasil audit ini dapat dipercaya
Setiap Skor Bersumber
Tidak ada angka yang muncul tanpa bukti. Setiap S₁/S₂/S₃ tertaut langsung ke pasal asli dan target RPJMN spesifik.
Confidence Interval
Setiap skor dilaporkan dengan 95 % CI dari 1.000 bootstrap resamples. Tidak ada kepastian palsu.
Manusia Tetap di Tengah
Sistem memberikan kategorisasi, bukan tuduhan. Setiap saran amandemen wajib ditinjau ahli sebelum digunakan.
Open Source & Open Data
Kode sumber Apache 2.0, benchmark CC-BY 4.0, protokol anotasi publik. Dapat diaudit oleh siapa saja.
Setuju dengan saran amandemen #1. Threshold 5 MW memang terlalu tinggi untuk konteks Indonesia yang banyak pulau kecil. Riset kami di Pusat Studi Energi UGM menunjukkan bahwa 56 % potensi PLTS di Indonesia Timur berada di skala 0.5–3 MW. Mungkin perlu dipertimbangkan threshold tier (1 MW untuk distributed, 5 MW untuk grid-tied).
Sebagai pelaksana di lapangan, threshold 5 MW dipilih untuk memastikan keberlanjutan operasional dan kemampuan grid integration. Pembangkit di bawah 5 MW seringkali bermasalah dalam hal predictability dan O&M cost. Tetapi kami terbuka untuk diskusi tier sebagaimana diusulkan rekan dari UGM. Mari kita bahas di forum koordinasi DJEBT&KE bulan depan.
S₃ score yang hanya +0.18 sangat memprihatinkan. Kebijakan ini terlihat baik di permukaan tapi structurally underperforming. Dengan kecepatan ini, target 23 % pada 2029 akan meleset 4–5 percentage points. Saya menyarankan tambahan klausul sunset 2027 yang otomatis trigger review dan upgrade jika trayektori tidak terpenuhi.
Maaf saya bukan ahli, tapi ingin bertanya: bagaimana cara memastikan subsidi Rp 2.4 T ini tepat sasaran? Apakah ada mekanisme transparansi seperti dashboard pelaksanaan publik? Saya khawatir dengan risiko governance Sedang yang ditandai sistem.
Dari perspektif investor, ketidakpastian regulasi K-A (daerah) adalah hambatan terbesar. Kami sangat mendukung amandemen #2 — pengikatan eksplisit dengan RPJMD. Tanpa ini, project IRR sulit diprediksi karena variasi kebijakan daerah yang dapat berubah antar Pilkada.