Apakah kita benar benar menuju ke sana?
Di tengah ketidakpastian global yang makin kompleks, Indonesia membutuhkan satu kompas untuk membaca arah, mengukur kemajuan, dan memastikan masa depan tidak berjalan tanpa kendali. Indonesia Emas Progress Index (IEPI) adalah indeks komposit yang mengukur perjalanan menuju 2045 melalui 32 indikator dan 6 pilar.
Selama ini, setiap aspek pembangunan diukur sendiri sendiri oleh berbagai lembaga, dengan metodologi dan tujuan yang berbeda. Akibatnya, kita melihat potongan data, bukan gambaran utuh.
GDP tumbuh, tetapi apakah ketimpangan menyempit? Skor kepercayaan publik naik, tetapi apakah tata kelola membaik? Tanpa satu sistem yang menghubungkan indikator ini, risiko sistemik bisa tersembunyi dan arah masa depan sulit diprediksi.
IEPI adalah indeks komposit multidimensi yang mengukur kemajuan Indonesia menuju 2045 secara menyeluruh, terintegrasi, dan berorientasi pada masa depan, bukan sekadar potret hari ini, tetapi probabilitas keberhasilan di masa depan.
Mengukur kekuatan ekonomi, produktivitas, investasi, dan kemampuan naik kelas ke high income country.
Menilai kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Mengukur efektivitas institusi, kualitas regulasi, integritas, dan tingkat kepercayaan publik.
Menilai pengaruh Indonesia di dunia: diplomasi, soft power, posisi strategis, dan daya tawar global.
Mengukur ketahanan lingkungan, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan pembangunan.
Menilai kapasitas inovasi, adopsi teknologi, digitalisasi, dan kesiapan menghadapi disrupsi.
Edisi Juni 2026 menerapkan Metodologi v5.0 secara penuh: bobot keenam pilar disetarakan 16,6% dan setiap sumber data diklasifikasikan ke kelas A, B, atau C dengan tautan resmi yang terverifikasi, sehingga setiap angka tetap dapat ditelusuri ke dokumen primer.
81% perjalanan menuju potensi penuh telah ditempuh. Core 0,907 sudah melampaui ambang On Track 0,90; jarak menuju 1,0 kini ditentukan oleh kualitas data dan pengendalian risiko.
Core 0,907 adalah rata rata tertimbang enam pilar terhadap garis expected 2026 RPJPN, dan sudah melampaui ambang On Track 0,90. Kepercayaan Data 0,899 kini terintegrasi langsung ke dalam Core lewat pembobotan tiap indikator (Metodologi v5.0), bukan sebagai pengali terpisah, sehingga indikator dengan bukti resmi paling kuat memang paling menentukan arah skor. IEPI★ dinyatakan sebagai pencapaian terhadap potensi penuh, yakni 0,812 atau 81% dari plafon optimal. Yang menahan skor bukan capaian buruk, melainkan kualitas data dan risiko yang dapat diperbaiki.
Sebelas dari 32 indikator masih tertinggal signifikan dari titik trayektori. Timbulan Sampah Terolah baru 15% (data KLHK 2022, belum diperbarui), Insidensi Tuberkulosis 387/100rb di atas ekspektasi 288,5 (WHO 2023), dan GNI per Kapita USD 5.050 tertinggal dari titik trayektori USD 6.155 akibat pelemahan nilai tukar. Sepuluh dari 32 indikator masih bersumber kelas C dan menunggu verifikasi dokumen resmi agar naik kelas.
Angka Kematian Ibu turun tajam dari 189 menjadi 144 per 100 ribu kelahiran hidup, terverifikasi terhadap rilis primer SUPAS 2025. Indeks SPBE naik ke 3,12 dan Indeks Pelayanan Publik naik ke 4,02, keduanya rilis KemenPAN-RB terbaru. Empat dari enam pilar kini berstatus On Track, dan Kemiskinan Ekstrem (0,85%) sudah di bawah titik trayektori 0,98%.
| Pilar | Cakupan | Skor | Trust | Bobot | Trayektori | Status |
|---|
Klik pilar untuk mengeksplorasi indikator penyusunnya, lengkap dengan nilai aktual, bobot, trust score, data class, dan sumber resmi yang dapat diverifikasi independen.
Indonesia berada di jalur yang benar. Core 0,907 telah melampaui ambang On Track 0,90, dan IEPI★ 0,812 menunjukkan 81% perjalanan menuju potensi penuh telah ditempuh.
Menguat ketika capaian indikator mendekati titik trayektori Tahap 1. Indikator dengan baseline rendah seperti Maritim dan Ekonomi Hijau memiliki ruang tumbuh terbesar, sehingga setiap perbaikan berdampak proporsional besar.
Menguat ketika data berasal dari sumber resmi yang lengkap dan mutakhir. Di Metodologi v5.0, trust langsung membobot kontribusi tiap indikator ke dalam Core. Kini 0,899 dan dapat naik seiring sepuluh indikator kelas C diverifikasi ke kelas B.
Membaik ketika stabilitas fiskal, politik, ketahanan iklim dan energi, serta stabilitas geopolitik menguat bersama. Faktor ini kini 0,895, dengan Ketahanan Iklim & Energi (85) sebagai komponen terendah; menyejajarkannya ke 90 akan langsung mengangkat skor di seluruh pilar.
| Horizon | Core | Trust | Risk | IEPI★ | Pencapaian |
|---|---|---|---|---|---|
| Saat ini · Juni 2026 | 0,907 | 0,899 | 0,895 | 0,812 | 81% |
| Skenario: Ketahanan Iklim & Energi +5 | 0,907 | 0,899 | 0,908 | 0,823 | 82% |
| Skenario: seluruh kelas C → kelas B | 0,906 | 0,935 | 0,895 | 0,811 | 81% |
| Potensi penuh | 1,00 | 1,00 | 1,00 | 1,000 | 100% |
Mempercepat dan merapikan rilis data resmi. Data yang lengkap dan tepat waktu langsung memperkuat Trust.
Memperbaiki kualitas pelaporan di tingkat tapak, terutama indikator lingkungan dan ekonomi kewilayahan yang masih timpang antarwilayah.
Memperkuat metodologi dan menguji validitas angka, menjaga integritas indeks agar tetap dapat ditelusuri.
Berkontribusi pada capaian nyata di lapangan: pengelolaan sampah, ekonomi biru, hingga pendidikan, yang semuanya terbaca dalam Core.
IEPI menjadi kompas bersama untuk membaca arah, mengelola risiko, dan mempercepat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Membaca Arah · Mendeteksi Risiko · Mempercepat Kemajuan
"What gets measured, gets improved."
IEPI akan terus berkembang menjadi sistem intelijen strategis nasional yang semakin kuat, terbuka, dan berdampak nyata bagi Indonesia.
Bebas dari kepentingan politik dan ekonomi.
Menggunakan data terbaik dan metodologi terpercaya.
Terbuka, mudah diakses, dan dapat diverifikasi.
Melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.
Mendorong keputusan lebih baik untuk masa depan Indonesia.
Setiap angka dalam IEPI v5.0 berasal dari sumber resmi yang dapat diverifikasi secara independen.